This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, February 20, 2017

Mengapa Ayam Bisa Melihat Malaikat?

Mengapa Ayam Bisa Melihat Malaikat?

Ayam merupakan salah satu unggas penghasil daging yg paling populer. 
Dalam setiap kesempatan, ternyata hidangan berbahan dasar daging ayam sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan..

Nabi Muhammad SAW pernah memiliki kesan tersendiri terhadap hewan ini. 
Dalam sebuah sabdanya Nabi SAW mengungkap kan bahwa ayam adalah hewan yg bisa mengetahui kedatangan malaikat.

“Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena Ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan.” (Shahih, HR Bukhari dan Muslim).

Saat sabda ini diturunkan hingga manusia terus mengalami per kembangan ber abad2, mungkin sabda ini hanya dianggap sebagai kelebihan ilmu pengetahuan yg dimiliki Nabi SAW yg Ia dapatkan dari Allah SWT. 

Namun pengetahuan Nabi SAW ini ternyata dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan abad ini.

Sebuah studi dalam jurnal
Public Library of Science, 
tahun 2010 menemukan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia, yg memungkin kan mereka untuk membedakan warna tambahan.

Para ilmuwan di Washington University di St Louis yang dipimpin oleh Joseph Corbo mengatakan, kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yg ditemukan di retina. 
Sel-sel ini, yg disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa, yg masing2 dpt mendeteksi panjang gelombang cahaya yg berbeda.
Manusia memiliki tiga jenis kerucut yg me mungkinkan kita untuk melihat warna ~>
merah, hijau dan biru. Tapi ayam memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet. 
Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina, meningkatkan kemampuan burung untuk melihat warna di seluruh bidang visual mereka.
"Berdasarkan analisis ini, Warna di retina ayam sangat melebihi yg terlihat di sebagian besar retina lain dan tentu saja bahwa dalam kebanyakan retina mamalia," 
kata penulis studi Dr Joseph C. Corbo of Washington University School of Medicine di St Louis.

Hal ini tentu sejalan dgn sabda Nabi SAW yg mengatakan bahwa ayam dpt melihat malaikat. 
Pasalnya malaikat merupakan mahkluk Allah yg diciptakan dari cahaya artinya dari sinar ultraviolet.

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam dari tanah." [HR Abu Daud (4700) dan At Tirmidzi (2155)]

Hal ini menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yg disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri. 
Setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.

Dan tahukah anda mengapa ayam berkokok jika fajar tiba?

Saat terbitnya matahari juga banyak terdengar ayam berkokok, namun bukan karena mataharinya, melainkan melihat cahaya yg terpancar dari para malaikat2 Allah yg sedang sibuk membagi kan rizki dari Allah untuk semua makhluknya setiap hari.

Maka jangan lewatkan untuk selalu bangun pagi dan shalat Subuh.

Mungkin mereka yg melakukan penelitian ini tidak pernah tahu bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ayam bisa melihat malaikat. 
Setidaknya terimakasih semakin memperkuat kebenaran akan ayat2 Allah SWT dan Sabda Nabi SAW.

Wallahu a'lam bish-shawwab.
Semoga bermanfaat

ANGGAPAN RUQYAH TERLARANG


(Meluruskan Pemahaman yang Keliru)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِــيْمِ

Ada sebagian orang keliru dalam memahami berberapa hadits terkait dengan ruqyah lalu berkesimpulan melarang atau menghindari dari segala yang terkait dengan ruqyah. Diantaranya bersandar kepada beberapa hadits berikut :

1.   عن جابر رضي الله عنه قال : نهي رسول الله  ﷺ  عن الرُّقي
(رواه مسلم)

“Dari sahabat Jabir r.a berkata : RasuluLLLah  ﷺ  telah melarang Ruqyah”
(HR. Muslim)

2.   عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله  ﷺ  : إنّ الرقى و التِّوالة شِرْكٌ  (رواه حاكم و صححه – المستدرك، كتاب الطب)

“Dari Ibn Mas’ud r.a berkata : Bersabda RasuluLLah  ﷺ  : Sesungguhnya Ruqyah dan Tiwalah (sejenis ‘pelet’) adalah perbuatan Syirik”
(HR. Hakim - Al Mustadrak, kitab Pengobatan)

3.   عن ابن عباس رضي الله عنه قال : قال رسول الله  ﷺ  : " يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ ، قَالُوا وَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هُمُ الَّذِينَ لا يَكْتَوُونَ وَلا يَسْتَرْقُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
(رواه الشيخان)

و في رواية عند مسلم : هُمُ الَّذِينَ لا يرقون وَلا يَسْتَرْقُونَ  ولا يتطيّرون ولا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Dari Ibn Abbas ra, dia berkata: Telah bersabda RasuluLLah  ﷺ  : Akan masuk surga tanpa hisab dari umatku sebanyak 70 ribu orang. Para sahabat bertanya, siapakah mereka itu ya RasuluLLah ? Beliau bersabda : mereka itu adalah orang-orang yang tidak minta di-dan tidak minta diruqyah dan mereka bertawakkal kepada Robb mereka.
(HR. Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim : “mereka itu yang tidak meruqyah dan tidak minta diruqyah tidak tathoyyur, tidak minta di-kay dan mereka bertawakkal kepada Robb mereka”.                        

Titik Persoalan yang jadi perbedaan
Kekeliruan itu berakar dari kekeliruan memahami istilah ruqyah itu sendiri. Dianggapnya setiap penyebutan kata ruqyah/ruqo (الرقى/الرقية) pastilah ruqyah syar'iyyah. Padahal secara makna arti ruqyah itu sendiri adalah: Mantera/jampi. Dan itu bisa terdefinisi sebagai Ruqyah Syar'iyyah ataukah Ruqyah Syirkiyyah (jahiliyyah/syaithaniyyah). Sebagaimana yang dikonsultasikan seorang sahabat yang bernama 'Auf bin Malik Al-Asyja'iy kepada baginda Nabi ﷺ :

  عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟  فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ شِرْكـاً
(رواه مسلم)

Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya RosuluLLaah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau ﷺ menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan”
(HR. Muslim).

Atau hadits Jabir bin AbdiLLaah radhiaLLaahu 'anhu berikut:

  عن جابر رضي الله عنه قال نهي رسول الله صلى لله عليه و سلَم عن الرُّقي  فجاء آل عمرو بن حزم، فقالوا : يا رسول الله إنّه كانت عندنا رقية نرقى بها من العقرب، قال : فعرضوا عليه، فقال : ما أرى بـأساً، من استطاع أن ينفع أخاه فلينفعه (رواه مسلم)

Dari Jabir ra berkata : RasuluLlah ﷺ telah melarang Ruqyah. Maka datanglah keluarga ‘Amru bin Hazm, mereka berkata : Yaa RosulaLLaah bahwa kami memiliki Ruqyah (mantera) yang biasa kami meruqyahnya jika terkena gangguan kalajengking. Maka mereka menunjukkankan (Ruqyah itu) kepada RasuluLLaah ﷺ. Lalu beliau bersabda : saya memandang tidak apa-apa ruqyah kalian itu. Barangsiapa yang mampu memberi manfaat bagi saudaranya, maka lakukanlah. (HR. Muslim)


Jika kita posisikan konteks pemaknaan kata ruqyah pada tempatnya maka tidak akan keliru lagi memahaminya. Termasuk hadits tentang kriteria 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab itu adalah "tidak meruqyah atau meminta ruqyah dengan ruqyah syirkiyyah/jahiliyyah/syaithaniyyah terbukti kalimat ruqyah di hadits tersebut disandingkan dengan segala perbuatan/kebiasaan jahiliyyah (Tathoyuur, Kay dengan besi panas). Adapun dengan ruqyah syar'iyyah tentu tidak mengapa bahkan sangat terpuji karena artinya berobat dengan Al-Quran dan dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
___

[RR].                        
Selanjunya mari kita kaji QS. Al Isro' : 82 yang menjadi landasan bahwa Al Qur'an minjadi obat penyembuh yang datangnya dari ALlah                        

Menjadikan Al-Quran sbg  Syifaà (penyembuhan)

Pokok Pembahasan menjadikan Al-Quran sbg penyembuh adalah QS Al-Isra/17 ayat 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi syifaà dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.


Dari ayat di atas, paling tidak ada tiga hal utk menjadikan AQ sbg penyembuh.
1. Paham bhw AQ diturunkan oleh ALLaah swt Yg Maha Menyembuhkan 
2. Yakin bhw ada jaminan penyembuhan yg ALLaah swt pastikan. 
3. Menghilangkan kezaliman, baik yg ada di diri sendiri maupun pihak lain 
a. Yg ada di diri sendiri  → zalim thd ALLaah swt, thd diri, maupun makhluk ALLaah lainnya. → mohon ampunan kpd ALLaah swt dan meminta maaf kpd makhluk-Nya. 
b. Yg ada di pihak lain  → 
a. Dari nasab: memohonkan ampunan utk mereka yg beriman, memohon kpd ALLaah swt berkenan memutus perjanjian/ikatan batil yg pernah mereka lakukan.
b. Dari yg posisinya di atas kita: menasehatinya dg kalimat haq secara hikmah, 
c. Dari yg posisinya di bawah pengaruh kita: dg amar ma'ruf - nahy munkar 
d. Maupun yg sejajar dg kita: dg tawashow bil haq bis shobri wal bil marhamah (saling berwasiat dg kebenaran, kesabaran dan kasih sayang).
—————————————

Yakin bhw ALLaah swt menyembuhkan, maknanya bhw kesembuhan yg diminta kpd ALLaah swt itu sdh ada di sisiNya.
a. Apakah diserahkan di dunia sebagai ujian kebaikan, ataukah
b. Diserahkan di akhirat sebagai pemberian besar tdk terhingga, ataukah
c. Sebagai pencegah balà/keburukan yg setara dg bobot permintaannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال
اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ.

Dari Abu Hurairah RadhiyaLLaahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda,
Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan engkau merasa yakin akan dikabulkannya do’a.
(HR At-Tirmidzi 3479, Hasan shahih)


ٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا”، قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ قَالَ: “اللَّهُ أَكْثَرُ” (رواه أحمد ١٠٧٠٩).

Dari Abu Sa’id berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan tali silaturrahim, kecuali ALLaah akan memberinya tiga kemungkinan; 

- disegerakan pengabulan doanya (di dunia ini), atau
- disimpan pahalanya untuknya untuk (diberikan) di akhirat,
- atau ia dijauhkan dari keburukan yang setara nilainya”. 

Para sahabat berkata: “Jika demikian kita perbanyak (berdoa yang banyak) saja”, beliau bersabda: “ALLah memiliki yang lebih banyak (sebagai balasan dan pengkabulan”
(HR. Ahmad  10709).
Adapun inti dari terapi adalah Perubahan diri menuju kebaikan yg ALLaah swt ridhai.
————————————                        
Secara praktek,
1. Sebelum membacakan ayat² AQ atau doa² kesembuhan, maka perbanyaklah mohon ampunan kpd ALLaah swt dg mengakui dosa kesalahan itu di hadapanNya atas segala perbuatan yg keliru. Dan terhadap org/makhluk lain meminta dan memberi maaf..
→  lakukanlah kewajiban² terkait dg upaya menghilangkan kezaliman sbgm di atas..
2. Menghentikan perbuatan/amalan yg keliru dan memusnahkan segala barang yg tdk diridhai / tdk disukai ALLaah swt, yg malaikatNya jg tdk menyukai itu. Dan jika ALLaah swt dan para malaikatNya tdk menyukai semua itu maka sebaliknya itu adalah segala hal yg disukai syaitan.
3. Iringi dg perbuatan baik yg diridhai ALLaah swt, sperti shodaqoh.
4. Membacakan ayat² AQ dg memohon agar ALLaah swt Yg Maha Meyembuhkan berkenan memberikan kesembuhanNya.

MEMBERSIHKAN DIRI SEBELUM TERAPI QUR’AN


BERSIH DARI KESYIRIKAN

Syirik merupakan dosa yang besar kepada Allah SWT


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Pelaku syirik sama dengan mengundang jin/syetan untuk mengganggu dalam kehidupannya, sehingga dia mengalami gangguan jasmani, rohani, hingga menjelang kematian. Beberapa hal yang termasuk kesyirikan dtengah masyarakat kita.


Di antara perbuatan-perbuatan Kesyirikan adalah:
1. Tathayyur

Tathayyur adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (Al-Qaulul Mufid). Termasuk disini meyakini hari sial, weton, dll. Di sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu. Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu, dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan. Ada pula yang tidak mau berdagang di hari tertentu dan melarang pernikahan di bulan tertentu. Semua ini adalah bentuk tathayyur syirik, harus dijauhi oleh seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)

2. Tamimah
Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak untuk menolak ‘ain atau musibah. Biasa disebut jimat dalam berbagai bentuknya ada berupa tulisan(rajah), kayu, batu mulia, dll. Sering kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk jenis tamimah yang syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan. (Lihat al-Qaulul Mufid)

3. Tiwalah
Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/seorang lelaki mencintai istrinya/seorang wanita atau sebaliknya.
Adapun dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan keyakinan bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka pernikahannya akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik, karena tidak ada yang bisa membolak-balikkan hati manusia selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh dalam kesyirikan, jika dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya pernikahan. (Lihat al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid)

4. Jampi-jampi/mantra
Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang mengandung permintaan bantuan kepada jin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau:
“Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)
Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat berikut: – Bacaan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.
– Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.
– Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh selain dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Fathul Majid)

5. Perdukunan
Ini adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin. Banyak orang menjadi pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah, padahal ancaman bagi dukun dan yang mendatanginya sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan bahwa mendatangi dukun ada beberapa rincian hukum,
1. Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya empat puluh hari.
2. Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, maka ia telah ingkar kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
3. Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat al-Qaulul Mufid)
Adapun tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun. Di antara yang beliau sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah menjadi wali setan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya….” (Al-An’am: 121)
Siapa kawan-kawan setan itu mereka adalah tukang sihir/dukun.                        

6. Sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan bahwa termasuk orang yang dilaknat adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya. Allah melaknat orang yang melindungi pelaku pelanggaran syar’i. Dan Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas tanah.” (HR. Muslim)
Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin. Masuk hal disini adalah sesajen dengan berabagai bentuknya. Makanan, buah, kepala kerbau, telor dll

7. Kesyirikan di kuburan
Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut:
a. Berdoa meminta kepada penghuni kubur
b. Nadzar untuk penghuni kubur
c. Isti’anah, meminta tolong kepada penghuni kubur
d. Isti’adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur
e. Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur
Ketahuilah, semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:
“Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim) (Lihat Ma’ariful Qabul, Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul Muslimin)

8. Mencari berkah dari benda-benda tertentu
Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti keris, cincin. Dll                        

Bersih-bersih dari Kanuragan
BERSIH DARI ILMU KANURAGAN / TENAGA DALAM SEBAB ADA UNSUR JIN-nya
Sebagaian dari olah kanuragan mendatangkan JIN / memakai bantuan Jin dalam menambah kedigdayaan, kekuatan prang yang mengamalkannya. Namun pada dasarnya kanuragan/beladiri termasuk murni ilmu yang mubah. Tergantung niat, proses pelaksanaannya dan bbrp hal lainnya yg kami (berdasarkan pengalaman sementara ini) perlu menyikapinya dengan sangat hati²...

Menurut pengalaman kami meruqyah, beladiri yg umumnya ada selama ini (baik yg lokal maupun yg dari luar) selalu menggunakan teknik pernafasan khusus. Gerakkan khusus, nafas dalam dan (kadang) ditahan di perut/dada, serta juga disertai dengan pemusatan/konsentrasi. Apakah itu semenjak latihan dasarnya ataukah latihan lanjut.

Menurut keyakinan kami (berdasarkan pengalaman meruqyah), teknik pernafasan yg bercirikan di atas tsb menjadi peluang masuknya jin di dalam diri manusis. Dan itu adalah salah satu cara terkuno. Baik dg meniatkan ataukah tidak, baik dg bacaan tertentu apakah tidak, baik dg syarat² tertentu ataukah tidak.

Selain itu perlu memperhatikan gerakannya itu sendiri. Karena bisa menjadi simbol/kode yg memanggil kekuatan "jin".Setiap Beladiri ada rangkaian sanadnya. Pelatih ada pelatihnya lagi. Terus rangkai merangkai hingga bertemu pada pucuk awal beladiri itu dibentuk.

Sejarah terbentuknya beladiri itu menjadi penting sekali utk diketahui. Menurut kami, tidak terlepas dari filosofi dasar pembentukkannya. Kekuatan seperti apa yg bisa dimiliki oleh sang pendiri dan yg akan dimiliki oleh yg berguru, itu juga perlu diperhatikan.. WaLLaahu a’lam

BERSIH DARI AMALAN/WIRID YANG SALAH
Amalan atau wirid ialah bacaan – bacaan tertentu berupa dzikir yang dibaca secara rutin dengan harapan mendapat keutamaan. Wirid ini bisa berupa mantra bisa pula berupa kalimat toyibah / asmaul husna namun karena niatnya salah, caranya salah maka hal ini sering kali malah menguundang jin jahat / setan yang datang.

Makanya untuk amaliah/wirid yang dibaca rutin afdholnya yang  diambil dari do’a, sholawat atau ayat yang sdh ma’tsur (nyambung) dari baginda nabi kita Muhmmad SAAW. Jika tidak ya dibaca sekedarnya saja tidak dijadikan amalan/wirid.

Kebiasaan buruk yang lain juga bisa menjadi sumber polutan yang harus dibersihkan seperti : meroko, biasa main game, makan minum berdiri dan tangan kiri, prilkaku maksiat, hal yang boleh/mubah tapi isrof/ berlebihan dll. Sebab itu kebiasaan yang sering kita lakukan itu juga mejadi wirid tersendiri yang bisa menjadi sumber atau mengundang polutan.


BERSIH DARI SIHIR DARI LUAR 
Ada kalanya orang yang mengingankan orang lain celaka maka dia meminta bantuan kepada ahli sihir untuk menyihir orang tersebut tentunya tukang sihir tersebut sudah bekerja sama dengan syetan / jin jahat untuk melakukan aksinya. Sihir ini banyak macamnya dari yang tradisional seperti gendam atau nama modern seperti Hypnosis, makanya hati-hati

Sebagian sihir menggunakan bundle/buhul yang diambil dari bagian tubuh dari target yang disihir bisa berupa : foto, pakaian, kaos tangan, rambut, potongan kuku, dll bagian dari target itu akan di kasih mantra dan diberi bunga sesuai keingan jin/dukunnya. Maka jika kita menemukan buhul itu harus dimusnahkan / dibakar jika kita sendiri yang pernah ke dukun da nada perjian sama dukun maka harus diingkari, dibatalkan, ditaubati dan berdoa agar Allah memutus perjanjian tsb
Cara membersihkannya
- Lakukan taubat dengan perbanyakistigfar
- Jika berupa barang/ tulisan / jimat dll maka lebih baik dibakar
- Jika berupa keyakinan / ilmu maka cukup diniatkan dilepas jk berupa sertifikat boleh juga dibakar

Ciri atau Tanda Ada Gangguan Pada Diri Kita

Selanjutnya akan saya sampaikan ciri/tanda anda gangguan pada diri kita. Beberapa hal ini menjadi cek lis untuk mengukur diri sendiri adakah gangguan pada diri kita. Tentunya tidak semua yang cek list ini pasti ada gangguan jin, sebagaimana demam tidak selalu identik dengan gangguan sakit demam berdarah dsb.  Jika ada gangguan yang dirasa selama ini mohon silakan disampaikan .

Cek List 1 - Tanda Gangguan
Isi dengan  huruf M  (jika masih terasa/ada) dan 
huruf P (jika pernah dan sudah tidak ada)

1.     FISIK :  Gangguan lama dan atau semakin parah baik dalam aktivitas biasa atau saat aktivitas padat
a. Pusing-pusing sebagian atau keseluruhan, leher berat atau kaku
b. Nyeri, panas atau terasa berat pada bagian-bagian persendian tertentu
c. Dada sesak atau panas
d. Cepat lesu, letih dan melemah saat aktifitas kerja atau kebaikan lainnya
e. Sakit pada perut atau uluhati
f. Jantung sering seperti ditusuk, berdebar keras atau tidak teratur sekalipun dalam kondisi biasa
g. Gangguan sekitar rahim, prostat
h. Sulit mendapatkan keturunan
i. Gangguan sekitar ginjal
j. Pandangan mata kabur
k. Sering kedutan di beberapa tempat dalam waktu cukup lama dan frekuensi yang cepat
l. Mendengkur keras ketika tidur atau suara gigi bergesekkan (kreot-kreot)
m. Memiliki kekuatan fisik yang di luar kemampuan umumnya rata-rata manusia
n. Gangguan yang secara medis berkali-kali tidak ditemukan                        

2.  Gaangguan    PSIKIS/JIWA :
a. Mudah dan sering marah / tersinggung
b. Bingung, sulit konsenterasi
c. Sering bermimpi yang menakutkan atau yang tidak menyenangkan
d. Ketika tidur sering terasa ditindih sesuatu yang berat (jawa : kelindihen)
e. Sering bermimpi bertemu dengan orang yang sama baik menakutkan atau “menyenangkan”
f. Sering mengigau (seperti bicara sendiri) 
g. Dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang
h. Takut, resah, gelisah,  sedih, minder.
i. Sulit tidur atau banyak tidur
j. Malas beraktivitas dalam kebaikan
k. Sering berperasangka buruk, was-was
l. Sering ‘merendahkan’ orang lain baik dalam sikap maupun bicara
m. Merasa ada bisikan-bisikan di hati atau di telinga atau mendorong melakukan kejahatan atau suatu yang mecelakakan
n. Merasa ada mengikuti, atau mengawasi atau mendampingi
o. Pernah atau sering mendengar suara letusan di atap atau sekitar rumah, khususnya di malam hari.
p. Sering bisa “menebak” peristiwa yang pernah / akan terjadi
r. Bisa melihat/mendengar/mencium “sesuatu” (makhluk, aroma atau benda) yang umumnya tidak terlihat oleh orang lain
s. Resah, takut atau marah dengan pembicaraan seputar Ruqyah
t. Dan sebagainya........................................................................................ (?)

3.     IBADAH :
a. Sering lupa jumlah rokaat sholat yang dilakukan
b. Terasa berat/mengantuk setiap berdzikir atau membaca/mendengar Al Quran atau ketika hadir dalam majelis pengajian
c. Sering sulit bangun pagi/shubuh
d. Sering batal ketika berwudhu’
e. Sering tidak yakin ketika berwudhu’, mandi janabah atau was-was ketika sholat
f. Sering terasa berat / sulit / sakit ketika menjalankan ibadah Ramadhan
g. Dan sebagainya........................................................................................ (?)


4.     AKTIVITAS LAINNYA :
a “Terhalangi” rejekinya, sering gagal dalam usaha mencari nafkahnya
b. “Terhalangi” jodohnya
c.  Dijauhi/dibenci rekan-rekannya
d. Dan sebagainya........................................................................................ (?)

5. PENGARUH TERHADAP BARANG/BENDA/RUMAH :
a. Rusak mesin : mobil, sepeda motor, mesin pabrik dsb.
b. ‘Terasa’ angker/magis.
c. Rumah sering banyak tikus/sering dimasuki ular, dan banyak serangga dalam jumlah yang tidak wajar
d. Pohon ‘tidak’ bisa ditebang
e. Rumah sering bocor di tempat tertentu sekalipun sudah berulangkali diperbaiki
f. Dan sebagainya........................................................................................ (?)

BERIKUT BEBERAPA CIRI - CIRI PERDUKUNAN


Dengan adanya acara ruqyah di TV banyak orang yang penasaran ingin tau tentang ruqyah namun disisi lain banyak pula orang yang memprktekan rukyah Syirkiyah tapi mengatasnamakan ruqyah syariyah padahal mereka sebenarnya dukun walaupun dari luarnya nampak seperti ustadz.
inilah ciri-ciri yang dukun atau ruqyah syirkiyah  
1. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimantera
2. Meminta salah satu benda penderita (fhoto, kain, sapu-tangan, peci, baju dsb.
3. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu atau media lain seperti bunga, misk, daun sirih, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, selamatan dsb.
4. Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dll.
5. Membaca mantra-mantra yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an dsb
6. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari
7. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu atau mandi ditengah malam
8. Memberi benda-benda yang harus ditanam di dalam tanah, ditempel diatas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi, air sakti, telur, sabuk perlindungan, benang untuk ditalikan di tubuh, dsb.
9. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bi'dah
10. Terkadang sudah tahu dulu permasalahan, nama dan tempat asal, bisa melihat ada jin dalam diri seseorang atau di suatu tempat.
11. Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain.
12. Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari dan tanggal tertentu (Tathoyyur)
13. Menulis Al-Qur'an dengan terbalik, dari kiri atau dengan darah (haid) atau dengan sesuatu yang najis.
14. Suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadlu'
Wallohu’alam

Terapi Qur’an Bukan MAHDHOH dan bukan TAWQIFIYYAH

Terapi Qur’an Bukan MAHDHOH dan bukan TAWQIFIYYAH

Contoh :
Pekerjaan,

Ada orang yang setiap hari mengurus telur-telur ayam agar menetas kemudian bayi-bayi ayam itu dipindahkan ke tempat khusus.. Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.

Ada orang yang setiap hari mengurus telinga-telinga manusia, mata manusia, jantung manusia... Padahal Nabi tidak pernah melakukan itu dan tidak setiap orang melakukan itu.

Ada orang beternak lebah dan menguasai perlebahan dan segala hasil-hasil dari lebah. Setiap hari bergaul dengan lebah. Dan untuk dapatkan hasil terbaik dia lakukan banyak hal tentang kehidupan lebah, karakter hasil-hasil lebah, karakter dan keadaan makhluk yang mengkonsumsi produk lebah, dan seterusnya.. Padahal Nabi tidak memerintahkan orang itu bergaul dengan lebah sampai seperti itu dan tidak semua orang melakukannya.

Ada orang setiap hari membekami minimal 20 orang, Dan dia tekuni dan lakukan segala hal tentang bekam. Titik-titik efektifnya, karakter orang-orang yang dibekam, sayatan dan jarum, tebal/tipisnya kulit, sifat dan karakter darah yang terambil, setiap hari ngurusi itu..  Padahal Nabi tidak pernah membekam (hanya memberi arahan berbekam) dan tidak semua orang melakukan pembekaman.

Ada orang yang setiap harinya meruqyah, padahal Nabi dan para sahabat tidak melakukannya setiap hari dan tidak semua orang melakukan seperti yang dilakukannya itu.

Ada orang yang setiap harinya ada di penjara mendakwahi para napi terutama mantan preman dan napi kejahatan narkoba. Mereka yang insaf digabungkan, dibersihkan dan dibina menjadi para da'i yang siap diterjunkan untuk berdakwah khususnya di kalangan preman dan narkobais. Orang itu setiap hari berhadapan dengan para preman dan narkobais. Sementara Nabi tidak mengerjakan dakwahnya setiap hari selalu menghadapi semacam preman dan pecandu kemaksiatan. Dan tidak pula dilakukan oleh kebanyakan para da'i lainnya.

Sebagaimana kita tidak (setiap saat) berperang menghadapi lawan bersenjata, padahal Nabi dan para sahabat beliau demikian banyak peperangan yang dialaminya. Yang di dalam sejarah terhitung total peperangan di zaman Nabi ada 27 kali dari usia kenabian yang 23 tahun. Artinya kalau dirata-rata setiap 10 bulan lebih sedikit terjadi peperangan.

Selama bukan kategori mahdhoh (ibadah/ritual khusus) dan bukan kategori tawqifiyyan (doktrinal baku tidak boleh ada kreasi), maka apa-apa yang dikerjakan Nabi tidak mutlak harus terjadi dan tidak mutlak harus kerjakan.
Demikian pula apa-apa yang tidak dikerjakan Nabi tidak mutlak tidak boleh kita kerjakan.

Selama bukan mahdhoh dan bukan tawfiqiyyah maka itu boleh. Ukurannya adalah:
- tidak melanggar rambu/kaidah syariat,
- bermanfaat dan
- tidak membahayakan (diri dan pihak lain).

Dan jika yang bukan mahdhoh dan bukan tawqifiyyah itu ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.

Keterangan:
Mahdhoh dan Tawqifiyyah misalnya:
Thaharah, Shalat fardhu dan waktu-waktu pelaksanaannya, puasa & waktu-waktu puasa, ketentuan zakat, susunan surat dan ayat-ayat Al-Quran, Tata cara Umrah, Haji dan waktunya.....dan sebagainya.
__

Ada 5 kelompok orang yang membersihkan sampah,

Kelompok 1:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya tidak setiap hari.

Kelompok 2:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari.

Kelompok 3:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman.

Kelompok 4:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yg aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan lagi.

Kelompok 5:
Menyapu tempat yang kotor, mengumpulkan, lalu membuangnya setiap hari di tempat pembuangan yang aman dan didaur ulang untuk bisa dimanfaatkan menjadi alat/formula pembersih sampah.

Silakan dilakukan dengan kemampuan terbaik.
Dan jika ingin dinilai sebagai amal shalih yang bernilai badah, maka lakukanlah dengan niat ikhlas karena ALLaah swt semata.

H. Riyadh Rosyadi

Ayat atau doa apa saja yang dibaca dalam Ruqyah?

Ibn Hajar mengutip pendapat Imam Nawawi rahimahuLLah : “Ijma’ Ulama sepakat bahwa boleh melakukan Ruqyah dengan memenuhi 3 syarat” :

1. Hendaklah dilakukan dengan kalamuLLah atau Asama dan SifatNya atau doa dari nabi SAW
2. Hendaklah dengan bahasa arab atau bahasa lain yang dimengerti (yang tidak mengandung kesyirikan).
3. Berkeyakinan bahwa bukanlah pelaksanaan ruqyah itu semata-mata yang memberi pengaruh tetapi ALLAH swt yang memberikannya.

Namun lebih baik lagi jika hendak lebih fokus belajar pengobatan Ruqyah/terapi Qur’an bukan hanya untuk diri sendiri  hendaklah diikuti belajar ilmu lain seperti aqidah, fiqh dan ilmu Qur’an agar tidak terjerumus pada haal-hal yang menyimpang  sebab kebodohan. Beberapa kekeliruan dalam yang menyimpang dengan niat awal terapi Qur’an :
1. Menulis ayat atau sebagian huruf Al Qur’an di tubuh pasien
2. Membakar tulisan kalimat toyibah/ayat di kertas lalu debunya dimakan atau dihirup asapnya
3. Disertai dengan ritual-ritual lainnya yang tidak syar’I ( pakai bunga, minyak wangi, puasa mutih, puasa ngebleng dll)
4. Dengan niatan untuk kejahatan / hal-hal yang tidak diperkenankan Agama
5. Membacakan ruqyah / wanita tanpa mahromnya
6. Membacakan ayat di foto sbg ganti  pasien yang tidak bisa hadir
7. Menggunakan media hewan untuk memindah penyakit dll

Ayat atau doa apa saja yang dibaca dalam Ruqyah
Ayat atau doa yang dibaca dalam Ruqyah ada yang jelas diberikan tuntunan oleh nabi namun ada pula ayat tidak ada riwayat dalil untuk dibaca ruqyah namun dilihat dari segi maknanya bisa dipakai untuk meruqyah. Dalam prakteknya ternyata hal tersebut juga effektif untuk Terapi Qur’an.

Contoh ayat/doa yang bersumber dari nabi untuk dibaca  :
Membaca Doa Perlindungan dari Keburukan-Keburukan(3x)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.” [16]
 Keutamaannya : Barangsiapa membaca (doa di atas) Maka dia tidak akan dicelakakan oleh gigitan beracun pada malam itu. Diriwayatkan (1) At Tirmidzi No. 3605, 

 Membaca Doa Agar Terhindar Dari Kesulitan
اللهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الهَمّ وَ الحَزَنْ, وَ العَجْزِ وَ الكَسلْ, وَ البُخْلْ وَ الجُبْنِ,وَ ضَلَعِ الدَينِ, وَ غَلَبَتِ الرِ جَا لْ 
“Allahumma inni a-‘udzuubika minal hammi walhazan, wal-‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wa dhola’iddayin, wa gholabatilrrijal”
Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dibebani hutang (dhala’id dain) dan dikuasai manusia (ghalabatir rijal).” [17]
[17] HR. Bukhari No. 364, 2736, 6002, Muslim No. 1365, Ahmad No. 12616, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 12535, Abu Ya’la No. 3703, Ath Thabarani dalam Ad Du’a No. 1349, dan lain-lain.                        

Contoh ayat yang digunakan sesuai dengan makna didalamnya

Ayat Untuk Pembatal sihir, ( melepas dan menawarkan kekuatan sihir)


•           Surat Yunus : 81 – 82 
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ, إِنَّ اللهَ سَيُبْطِلُهُ ,إِنَّ اللهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ(81)وَيُحِقُّ اللهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ(82)
Falammaa‘alqow qoolamuwsaa maaji’tum bihisuhru, innnallaha sayubtiluh, ‘innallahalaa yuslihu ‘amalal mufsidin, wayuhiqqul haqqo bikaimaatihi wulaw karihal mujrimuwn.
“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka : “Apa yang kamu lakukan itu adalah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya”. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS. Yunus [10]: 81-82)

Ayat lainnya adalah : Surat Al A’raf : 117-122, Surat Thaha : 69-70, Al-Furqan (ayat 32 ), Anbiya' (ayat 70 ), An-Nur (ayat 39 ), Al-Isra' (ayat 81 ), Fussilat ayat 42 ), Fatir ayat 10 ), Anbiya' (ayat 18 ), Al-A'raf (ayat 18 ), Kahfi (: ayat 98 ), Taha (ayat 69 )


Ayat UntukAsy Syifa, (khusus penyembuhan dan pemulihan)
•      Surat Al Isra’ ayat 82 :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Wanunazzilu minalqur’aani maahua syifaa’un warohmatun lilmu’miniyna
Artinya :“Dan kami turunkan Al Qur’an yang dia itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
•      Fushshilat ayat 44 :
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ 
 Qul huwalilladziy na’aamanuw hudan wasyifaa’un
Artinya : “Katakanlah : Dia (Al Qur’an) bagi orang-orang yang beriman sebagai petunjuk dan obat”
Ayat lainnya : At-Taubah ( surah 9 : ayat 14-15 , Yunus ( surah 10 : ayat 57 ), An-Nahl ( surah 16 : ayat 67-69, Ash-Syu'ara ( surah 26 : ayat 75-80 )


Ayat dan doa ruqyah khusus ( untuk berbagai keperluan/tehnik khusus)

a.    Ayat UntukPelempar (untuk membuang penyakit atau menargetkan energi ruqyah kesasaran  tertentu)

•       Al-anfaal ayat 17
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى 
“Falam takhtuluwhum walaakinnallaha khotalahum, wamaaromayta’idzromayta walaakinnallaha romaa”
      Artinya : “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh  mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar”.
•         Alfatihah ayat 6
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Ihdinas sirootol mustaqiym”
Artinya : Tunjukilahkami jalan yang lurus
b.                  Ayat UntukPenghancur (membuka shied, menghancurkan kekuatan penyakit)

•         Al-Hasyr 21
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Law’anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalillaro ’aiitahu,  khoosyi’am mutasoddi’ammin  khosy yatillah”
Artinya : Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
    Ayat lainnya: Al-waqiyah 56, fathir ayat 10, kahfi 98


Ayat Untuk Pendinding (membentengi lokasi yang sudah disembuhkan, melindungi tubuh dll)
•       Surat Yasin ayat 9 
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ
“Waja’alnaa mimbayni ‘aydiyhim saddan waminkholfihim saddan fa’aghsyaynaahum fahum laa yubsiruwn”
Artinya : “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”.

Ayat lainnya :Al-isra’ 45, Al Kahfi 94-95, al Mu’minuun 100, al Furqaan 53, Fushilat 5, al Hadid 13

* Ayat Penakluk*
•         An-Naml ayat 30-31
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
“Innahu minsulaymaana wa’innahu bismillahirrohmanirrohiym, ‘alla ta’luw ‘alayyan wa’tuwni muslimiyn”
Artinya : “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

Ayat Untuk Pukulan (digunakan ketika menepuk/ memukul tubuh pasien)
•      Al-Nahl 126 :
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ
“Wa’in ‘aaqobtum  fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtumbihi”
 Artinya : Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan   siksaan yang ditimpakan kepadamu                        

Jika untuk ruqyah mandiri atau minimal keluarga siapapun anda inshaAllah bisa melakukan, ikuti tahapan kemarin, diagnose diri, cari kesalahannya dimana, mulai memberisihkan diri, banyak istigfar, baca sholawat dan baca ayat ruqyah.

Ustadz tidak hafal ayat-ayatnya. Gmn? Bisa membacakn dan minimal bacakan 6 surat/ayat ini
1. Al fatihah
2. Ayat Kursi
3. Al Kafirrun ( Qul ya ayuhal kaafiruun)
4. Al Ikhlas ( Qul huwallohu ahad )
5. AL Falaq  ( Qul audzu birobbil Falaq )
6. An NAs ( Qul Audzu birobbinnas )

Coba praktekan Ruqyah sederhana diatas
Lebih baik sehabis sholat, dalam keadaan suci buka kedua tangan anda bacakan 6 ayat diatas dengan pelan dan seksama, seesai baca hembuskan dikedua tangan anda lalu usap ke seluruh tubuh anda secara merata yang bisa dijangkkau pertama niatkan membentengi diri anda. Selesai diusapkan ulangi lagi buka kedua tangan anda didepan mulut dan bacakan 6 ayat/surat diatas dgn ikhlas, pelan selesai hembuskan ke tangan anda lalu usap ke seluruh tubuh yang kedua ini niatkan untuk membakar gangguan dalam tubuh anda, gosokan pada area yang terasa panas, sakit, ngilu dll ketiga ulangi bacaan tadi dan hembuskan lalu usap ke tubuh dengan niatan mengeluarkan gangguan dari dalam tubuh. Jika terasa diperut gosok dan seakan menarik mengeluarkan dari perut ke arah mulut, jika terasa di kaki atau tangan usap dan niatkan mengeluarkan melalui jari tangan atau kaki. 

Muqoddimah Ruqyah diatas bisa dtambah ayat-ayat lain dengan spefisikasi tertentu sesuai kebutuhan seperti diatasnya tadi.
Coba praktekan dan apa yang anda rasakan???