This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, March 16, 2017

TAHAPAN SEBELUM RUQYAH

TAHAPAN SEBELUM RUQYAH
Persiapan Diri Peruqyah, Persiapan yang Diruqyah dan Persiapan Lingkungan Tempat Ruqyah

Persiapan diri peruqyah:
Terus membekali diri dg referensi yang cukup tentang Pengobatan, Ruqyah, Jin dan Tazkiyah Nafs (pensucian Jiwa)
Banyak istighfar, do’a perlindungan & taqorrub kepada Allah swt
Doa-doa dan dzikir-dzikir perlindungan perlu dilakukan juga oleh keluarga
Upayakan selalu dalam keadaan berwudhu’
Sebaiknya taqorrub dengan amal-amal sholih dan isti’anah (memohon pertolongan) kepada ALLAH swt sebelum memulai peruqyahan
Tawakkal, menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah swt

Persiapan yang diruqyah:
Musnahkan / tutup pintu-pintu masuk Syaithan/jin. Misalnya:
Benda-benda kemusyrikan, (Jimat, ‘penangkal’, penglaris, pusaka-pusaka).
Ilmu tenaga dalam (berikut atribut/panji-panjinya),
jiwa yang penakut, pemarah, sering sedih, terlalu senang canda (sering tertawa-tawa),
gambar-gambar bernyawa dan patung,
lambang-lambang kekufuran,
dzikir-dzikir/wirid-wirid/sholawat-sholawat yang tidak diajarkan Nabi.

Benda-benda tersebut dibakar:
bacakan ayat kursi,
dibakar, dirusak atau dibuang ke tempat yang tidak dijangkau orang (sehingga tidak ditemukan lagi)


Bila belum sempat dilakukan, maka harus sudah ada sikap penolakkan dan siap memusnahkan.
Bila merokok, niatkan berhenti dari merokok (setelah diruqyah biasanya sudah tidak “nikmat” lagi cita rasa rokoknya).
Berwudhu sebaik-baiknya
Tertutup auratnya.
Hendaknya seorang wanita bersama mahramnya jika yang meruqyah laki-laki.

Persiapan lingkungan tempat meruqyah :
Bersih dari benda-benda kemusyrikan, gambar, patung, alat-alat musik dan lambang-lambang kekufuran atau kemaksiatan. Termasuk yang ada pada perlengkapan rumah: meja, kursi, perhiasan dan sebagainya.
Bila rumah tersebut ada benda-benda kemusyrikan atau hal-hal yang harus dimusnahkan atau banyak tikus/ular maka lakukan peruqyahan untuk rumah tersebut terlebih dahulu cara:
          -  Bacakan ruqyah di air dalam jumlah yang cukup banyak,
          -  Cipratkan/semprotkan ke sarang-sarang tikus/ular,
          -  Semua sudut rumah kecuali kamar mandi/wc.

TATA CARA RUQYAH YANG BENAR
Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya”. [1]

Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar, agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari kaidah syar’i.
Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:
1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.
2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.
3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.
4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.
5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.
6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.
7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. [HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184].
8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُوْا الزَيْتَ وَ ادَّهِنُوا بِهِ فَإنَهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة
“Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”.[2]
9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. [HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180].
Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Dan menurut Syaikh Al ‘Utsaimin berkata, tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.
10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan بِسْمِ الله (Bismillah, 3 kali).
أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”.[3]
Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :
بِسْمِ الله أعُوذُ بِعزَِّةِ الله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ مِنْ وَجْعِيْ هَذَا
“Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini”.[4]
Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.[5]
11. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut. Disebutkan dalam hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi dari ibunya, Ummu Jamil binti Al Jalal, ia berkata: Aku datang bersamamu dari Habasyah. Tatkala engkau telah sampai di Madinah semalam atau dua malam, aku hendak memasak untukmu, tetapi kayu bakar habis. Aku pun keluar untuk mencarinya. Kemudian bejana tersentuh tanganku dan berguling menimpa lenganmu. Maka aku membawamu ke hadapan Nabi. Aku berkata: “Kupertaruhkan engkau dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, ini Muhammad bin Hathib”. Beliau meludah di mulutmu dan mengusap kepalamu serta mendoakanmu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih meludahi kedua tanganmu seraya membaca doa:
أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit”[6].
Dia (Ummu Jamil) berkata: “Tidaklah aku berdiri bersamamu dari sisi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali tanganmu telah sembuh”.
12. Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘laihi wa sallam meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah, dari Ubay bin K’ab , ia berkata: “Dia bergegas untuk membawanya dan mendudukkannya di hadapan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salla,m . Maka aku mendengar Beliau membentenginya (ta’widz) dengan surat Al Fatihah”.[7]
Apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakit-penyakit yang disebutkan dalam nash atau penyakit secara umum? Dalam hadits-hadits yang membicarakan terapi ruqyah, penyakit yang disinggung adalah pengaruh mata yang jahat (‘ain), penyebaran bisa racun (humah) dan penyakit namlah (humah). Berkaitan dengan masalah ini, Imam An Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim: “Maksudnya, ruqyah bukan berarti hanya dibolehkan pada tiga penyakit tersebut. Namun maksudnya bahwa Beliau ditanya tentang tiga hal itu, dan Beliau membolehkannya. Andai ditanya tentang yang lain, maka akan mengizinkannya pula. Sebab Beliau sudah memberi isyarat buat selain mereka, dan Beliau pun pernah meruqyah untuk selain tiga keluhan tadi”. (Shahih Muslim, 14/185, kitab As Salam, bab Istihbab Ar Ruqyah Minal ‘Ain Wan Namlah).
Demikian sekilas cara ruqyah. Mudah-mudahan bermanfaat. (Red).
Maraji` :
1. Risalatun Fi Ahkami Ar Ruqa Wa At Tamaim Wa Shifatu Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, karya Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim. Dikoreksi Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Jibrin.
2. Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bi Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, karya Abdullah bin Muhammad As Sadhan, Pengantar Syaikh Abdullah Al Mani’, Dr Abdullah Jibrin, Dr. Nashir Al ‘Aql dan Dr. Muhammad Al Khumayyis, Cet X, Rabi’ul Akhir, Tahun 1426H.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06//Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
___
Footnote
[1]. Dinukil dari Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bi Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, hlm. 41.
[2]. Hadits hasan, Shahihul Jami’ (2/4498).
[3]. HR Muslim, kitab As Salam (14/189).
[4]. Shahihul Jami’, no. 346.
[5]. Fathul Bari (21/323). Cara ini dikatakan oleh Az Zuhri merupakan cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meniup.
[6]. Al Fathu Ar Rabbani (17/182) dan Mawaridu Azh Zham-an, no. 1415-1416.
[7]. Al Fathu Ar Rabbani (17/183).
[8]. Namlah adalah luka-luka yang menjalar di sisi badan dan anggota tubuh lainnya

TEKNIK RUQYAH
Ibn Hajar mengutip pendapat Imam Nawawi rahimahuLLah : “Ijma’ Ulama sepakat bahwa boleh melakukan Ruqyah dengan memenuhi 3 syarat” :

1. Hendaklah dilakukan dengan kalamuLLah atau Asama dan SifatNya atau doa dari nabi SAW
2. Hendaklah dengan bahasa arab atau bahasa lain yang dimengerti (yang tidak mengandung kesyirikan).
3. Berkeyakinan bahwa bukanlah pelaksanaan ruqyah itu semata-mata yang memberi pengaruh tetapi ALLAH swt yang memberikannya.

Namun lebih baik lagi jika hendak lebih fokus belajar pengobatan Ruqyah/terapi Qur’an bukan hanya untuk diri sendiri  hendaklah diikuti belajar ilmu lain seperti aqidah, fiqh dan ilmu Qur’an agar tidak terjerumus pada haal-hal yang menyimpang  sebab kebodohan. Beberapa kekeliruan dalam yang menyimpang dengan niat awal terapi Qur’an :
1. Menulis ayat atau sebagian huruf Al Qur’an di tubuh pasien
2. Membakar tulisan kalimat toyibah/ayat di kertas lalu debunya dimakan atau dihirup asapnya
3. Disertai dengan ritual-ritual lainnya yang tidak syar’I ( pakai bunga, minyak wangi, puasa mutih, puasa ngebleng dll)
4. Dengan niatan untuk kejahatan / hal-hal yang tidak diperkenankan Agama
5. Membacakan ruqyah / wanita tanpa mahromnya
6. Membacakan ayat di foto sbg ganti  pasien yang tidak bisa hadir
7. Menggunakan media hewan untuk memindah penyakit dll

Ayat atau doa apa saja yang dibaca dalam Ruqyah
Ayat atau doa yang dibaca dalam Ruqyah ada yang jelas diberikan tuntunan oleh nabi namun ada pula ayat tidak ada riwayat dalil untuk dibaca ruqyah namun dilihat dari segi maknanya bisa dipakai untuk meruqyah. Dalam prakteknya ternyata hal tersebut juga effektif untuk Terapi Qur’an.

Contoh ayat/doa yang bersumber dari nabi untuk dibaca  :
Membaca Doa Perlindungan dari Keburukan-Keburukan(3x)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.” [16]
 Keutamaannya : Barangsiapa membaca (doa di atas) Maka dia tidak akan dicelakakan oleh gigitan beracun pada malam itu. Diriwayatkan (1) At Tirmidzi No. 3605,

 Membaca Doa Agar Terhindar Dari Kesulitan
اللهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الهَمّ وَ الحَزَنْ, وَ العَجْزِ وَ الكَسلْ, وَ البُخْلْ وَ الجُبْنِ,وَ ضَلَعِ الدَينِ, وَ غَلَبَتِ الرِ جَا لْ
“Allahumma inni a-‘udzuubika minal hammi walhazan, wal-‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wa dhola’iddayin, wa gholabatilrrijal”
Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dibebani hutang (dhala’id dain) dan dikuasai manusia (ghalabatir rijal).” [17]
[17] HR. Bukhari No. 364, 2736, 6002, Muslim No. 1365, Ahmad No. 12616, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 12535, Abu Ya’la No. 3703, Ath Thabarani dalam Ad Du’a No. 1349, dan lain-lain.

Contoh ayat-ayat yang digunakan ruqyah sesuai dengan makna didalamnya
Ayat UntukPembatal sihir, ( melepas dan menawarkan kekuatan sihir)


•           Surat Yunus : 81 – 82
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ, إِنَّ اللهَ سَيُبْطِلُهُ ,إِنَّ اللهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ(81)وَيُحِقُّ اللهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ(82)
Falammaa‘alqow qoolamuwsaa maaji’tum bihisuhru, innnallaha sayubtiluh, ‘innallahalaa yuslihu ‘amalal mufsidin, wayuhiqqul haqqo bikaimaatihi wulaw karihal mujrimuwn.
“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada mereka : “Apa yang kamu lakukan itu adalah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya”. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS. Yunus [10]: 81-82)

Ayat lainnya adalah : Surat Al A’raf : 117-122, Surat Thaha : 69-70, Al-Furqan (ayat 32 ), Anbiya' (ayat 70 ), An-Nur (ayat 39 ), Al-Isra' (ayat 81 ), Fussilat ayat 42 ), Fatir ayat 10 ), Anbiya' (ayat 18 ), Al-A'raf (ayat 18 ), Kahfi (: ayat 98 ), Taha (ayat 69 )


Ayat UntukAsy Syifa, (khusus penyembuhan dan pemulihan)
•      Surat Al Isra’ ayat 82 :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Wanunazzilu minalqur’aani maahua syifaa’un warohmatun lilmu’miniyna
Artinya :“Dan kami turunkan Al Qur’an yang dia itu sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
•      Fushshilat ayat 44 :
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
 Qul huwalilladziy na’aamanuw hudan wasyifaa’un
Artinya : “Katakanlah : Dia (Al Qur’an) bagi orang-orang yang beriman sebagai petunjuk dan obat”
Ayat lainnya : At-Taubah ( surah 9 : ayat 14-15 , Yunus ( surah 10 : ayat 57 ), An-Nahl ( surah 16 : ayat 67-69, Ash-Syu'ara ( surah 26 : ayat 75-80 )


Ayat dan doa ruqyah khusus ( untuk berbagai keperluan/tehnik khusus)

a.    Ayat UntukPelempar (untuk membuang penyakit atau menargetkan energi ruqyah kesasaran  tertentu)

•       Al-anfaal ayat 17
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى
“Falam takhtuluwhum walaakinnallaha khotalahum, wamaaromayta’idzromayta walaakinnallaha romaa”
      Artinya : “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh  mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar”.
•         Alfatihah ayat 6
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Ihdinas sirootol mustaqiym”
Artinya : Tunjukilahkami jalan yang lurus
b.                  Ayat UntukPenghancur (membuka shied, menghancurkan kekuatan penyakit)

•         Al-Hasyr 21
لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Law’anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalillaro ’aiitahu,  khoosyi’am mutasoddi’ammin  khosy yatillah”
Artinya : Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
    Ayat lainnya: Al-waqiyah 56, fathir ayat 10, kahfi 98


Ayat UntukPendinding (membentengi lokasi yang sudah disembuhkan, melindungi tubuh dll)
•       Surat Yasin ayat 9
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ
“Waja’alnaa mimbayni ‘aydiyhim saddan waminkholfihim saddan fa’aghsyaynaahum fahum laa yubsiruwn”
Artinya : “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”.

Ayat lainnya :Al-isra’ 45, Al Kahfi 94-95, al Mu’minuun 100, al Furqaan 53, Fushilat 5, al Hadid 13

* Ayat Penakluk*
•         An-Naml ayat 30-31
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
“Innahu minsulaymaana wa’innahu bismillahirrohmanirrohiym, ‘alla ta’luw ‘alayyan wa’tuwni muslimiyn”
Artinya : “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

Ayat UntukPukulan (digunakan ketika menepuk/ memukul tubuh pasien)
•      Al-Nahl 126 :
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ
“Wa’in ‘aaqobtum  fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtumbihi”
 Artinya : Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan   siksaan yang ditimpakan kepadamu



Untuk Hasil Maksimal boleh dipadu dengan obat-obat herbal yang punya khasiat membantu mengusir jin seperti : madu, kurma, daun bidara, air zam-zam dll

Atau meruqyah dg di madu dengan dengan bekam, acupuntur, pijat dll

Sunday, March 12, 2017

KISAH NYATA DAN INSPIRATIF KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU DARI SEORANG TUKANG BECAK

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Saya ada cerita tentang sahabat saya yang beda profesi. Dia selalu menjaga sholat diawal waktu. Apa yang terjadi, dengan menjaga sholat wajib di awal waktu ???
Ternyata dia mendapatkan keberkahan luar biasa yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesinya adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.

Nah pada suatu hari, majikannya bangkrut. Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah si Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian. Karena angkot majikannya sudah dijual. Sedangkan Udin bukan tipe orang yang gampang putus asa, akhirnya dia mencari pekerjaan lain. Dipilihlah becak sebagai jalan ikhtiar sbg mata pencahariannya sehari hari.

Karena hanya berprofesi sebagai tukang becak, kehidupannya pun sangat sederhana, kalau tidak mau dikatakan kurang. Dia tinggal bersama tiga putri dan seorang istrinya di sebuah rumah kontrakan yang mungkin cuma layak disebut kamar.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan sehari-harinya. Pagi-pagi pergi dari rumah mencari penumpang, sore pulang. Setiap hari seperti itu. Namun setelah dicermati, tenyata ada satu hal yang membuat Udin berbeda dari abang becak lainnya, bahkan dari kebanyakan kita. Udin selalu menjaga sholat diawal waktu, dan selalu dia lakukan di Masjid.

Dimanapun dia berada selalu menyempatkan bahkan memaksakan sholat diawal waktu. Setiap mendekati waktu sholat, jika tidak ada penumpang dia akan mangkal di tempat yang dekat dengan masjid. Iya mendekati masjid.

Pokoknya dia tidak pernah ketinggalan sholat wajib awal waktu bahkan selalu berjamaah di masjid. Dan tenyata itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Istri dan ketiga putrinya pun begitu, meskipun dilakukan di rumah.

Singkat cerita (cerita dari si Udin) ;
suatu hari ketika saya sedang mangkal di salah satu hotel berbintang di Bandung. Ada seorang ibu turun dari mobil Mercy tiba-tiba mendekati saya dan meminta untuk diantar ke salah satu tempat perbelanjaan di kawasan alun-alun kota Bandung, kata Udin.

Ketika si Ibu itu bilang minta dianter memakai becak saja, malah Udin balik nanya, “Engga salah Bu naik becak?”

“Engga Bang, jalanan macet, biar mobil disimpen di hotel aja, sekalian sopir saya istirahat,” jawab si Ibu.

Maka dianterlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan yang dia minta. Udin pun mengayuh becak masih dalam keadaan kaget. Ketika mendekati alun-alun Bandung, terdengarlah suara adzan dzuhur dari Masjid Raya Jawa Barat.

“Dia langsung belokkan becak ke pelataran parkir Majid. Si Ibu pun heran dengan apa yang dilakukan si Udin.

“Bang kok berhenti disini?” kata si Ibu.

“Iya Bu, udah adzan, Allah udah manggil kita buat sholat.”

“Saya mau sholat dulu. Ibu turun disini aja, tokonya udah dekat koq, di belakang masjid ini. Biar Bu ga apa apa GA USAH BAYAR.”

“Tanggung Bang, lagian saya takut nyasar,” kata si Ibu.

“Kalo Ibu mau saya anter saya sholat dulu, ya, Bu.”

Selesai sholat, Udin pun menuju ke becaknya. Ternyata si Ibu dan asistennya masih nunggu di becak. Diantarlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan di belakang Masjid Raya. “Bang tunggu disini ya, ntar antar lagi balik ke hotel,” kata si Ibu.

“Iya Bu, tapi kalo Ibu balik lagi ke becak dan pas adzan ashar, ibu tunggu dulu disini krn mau shalat dulu”

Singkat cerita si Ibu kembali ke becak jam 15:30. Kemudian di becak dia nanya dimana Udin tinggal.

Si Ibu penasaran dengan kebiasaan Udin, demi sholat diawal waktu berani meninggalkan penumpang di becak, ga peduli dibayar atau tidak. “Bang, saya pengen tau rumah abang,” kata si Ibu.

“Waduh emangnya kenapa Bu?” tanya Udin kaget.

“Saya pengen kenal sama keluarga abang,” kata si Ibu.

“Jangan Bu, rumah saya jauh. Lagian di rumah saya engga ada apa-apa.”

Si Ibu terus memaksa. Akhirnya setelah menunggu si Ibu sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, mereka pun pergi menuju rumah Udin.

Tapi kali ini Udin pake becak, si Ibu mengikuti di belakangnya pake mobil Merci terbaru.

Setibanya di rumah kontrakan Udin, si Ibu kaget, karena rumahnya sangat kecil. Tapi kok berani tidak dibayar demi sholat.

Mungkin karena penasaran si Ibu nanya. “Bang koq berani engga dibayar?”

“Rezeki itu bukan dr pekerjaan kita Bu, rezeki itu dari Allah, saya yakin itu. Makanya kalo Allah manggil kita harus dateng.”

“hayya 'alalfalaah… kan jelas Bu. Marilah kita menuju kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan. Saya ikhtiar udah dengan narik becak, hasilnya gimana Allah. yang penting kitanya takwa ke Allah ya kan Bu?” kata Udin.

“Saya yakin janji Allah di QS At-Talaq 2-3.” kata Udin. Si Ibu pun terdiam sambil meneteskan air mata.

Setelah dikenalkan dan ngorol dgn keluarga Udin si Ibu pun pamit. Sambil meminta Udin mengantarkannya kembali minggu depan.

“Insya Allah saya siap Bu,” kata Udin. Si Ibu pun pamit sambil memberi ongkos becak ke Istrinya Udin. Setelah si Ibu pergi ongkos becak yang dimasukan kedalam amplop dibuka oleh Udin. Ternyata isinya satu juta rupiah. Udin dan keluarganya pun kaget dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan melewati si Ibu tadi.

Seminggu kemudian Udin mendatangi hotel tempat si Ibu menjanjikan. Setelah bertanya ke satpam, Udin tidak diperbolehkan masuk. Satpam engga percaya ada tamu hotel bintang lima janjian sama seorang tukang becak. Udin ga maksa, dia kembali ke becaknya.

Nah, itu pula yang sering kita lakukan, seringkali kita melihat orang dari penampilannya. Padahal Allah tidak melihat pangkat, jabatan, pekerjaan, harta, warna kulit kita. Allah hanya melihat ketakwaan kita. Karena penasaran Udin ga masuk-masuk ke Lobby Hotel, akhirnya si Ibu keluar, dan melihat Udin sedang tertidur di becaknya.

“Bang, kenapa engga masuk?” Tanya si Ibu sambil membangunkan Udin.

“Ga boleh sama satpam Bu,”jawab Udin.

“Bang, kan kemaren abang yang ngajak saya jalan-jalan pake becak. Sekarang giliran saya ngajak abang jalan-jalan pake mobil saya,” kata si Ibu.

“Lah, Ibu ini gimana sih, katanya mau saya anter ke toko lagi,” kata Udin.

“Iya mau dianter tapi bukan ke toko bang,” kata si Ibu diawal waktu.

Setelah diajak naik mobil Merci nya si Ibu, Udin pun menolaknya, karena dia merasa kebingungan.

“Mau dibawa kemana saya Bu ?”

“Udah saya pake becak saya aja, ngikut di belakang mobil Ibu. Engga pantes saya naik mobil sebagus itu,” kata Udin.

“Lagian becak saya mau ditaro dimana?”

Namun setelah dibujuk oleh sopir dan asisten si Ibu, Udin pun mau ikut naik mobil. Becaknya dititip di parkiran belakang hotel.

Berangkatlah mereka dari hotel. Masih dengan rasa penasaran Udin pun bertanya, “mau kemana sih Bu?”

Di salah satu kantor Bank Syariah, mereka pun berhenti. “Bang, pinjem KTP nya ya”, kata asisten si Ibu.
“Waduh apalagi nih?” pikir Udin.

“Buat apa Neng? Koq saya diajakin ke Bank, trus KTP buat apa?”, kata Udin heran.

Akhirnya asisten si Ibu menjelaskan, bahwa ketika minggu lalu mereka dianter Udin belanja, si Ibu mendapatkan sebuah pelajaran.Pelajaran hidup yang sangat mendalam. Dimana seorang abang becak dengan kehidupan yang pas-pasan tapi begitu percaya kepada janji Allah.

Sementara si Ibu yang merupakan seorang pengusaha besar dan suaminya pun pengusaha, selama ini kadang ragu pada janji Allah. Seringkali, akibat kesibukan mengurus usaha, belanja, meeting dll, dia menunda-nunda sholat. Bahkan tidak jarang lupa sholat.

“Nah sejak minggu lalu setelah pulang dari Bandung, Ibu mulai merubah kebiasaannya. Dia selalu berusaha sholat awal waktu”, kata asisten.

Saat pulang ke Jakarta, suaminya pun heran dengan perubahan si Ibu. Padahal dia juga punya kebiasaan yang sama dengan istrinya. Setelah diceritakan asal mula perubahan itu, suaminya pun menyadari, bahwa selama ini mereka salah. Terlalu mengejar dunia. Oleh karena itu Ibu dan suaminya ingin menghadiahi abang Udin untuk berangkat haji. Mendengar akan DIBERANGKATKAN IBADAH HAJI, Udin pun kaget campur bingung.

Dengan spontan Udin MENOLAK hadiah itu. “Engga mau neng, saya engga mau berangkat haji dulu. Meskipun itu doa saya tiap hari.”

“Loh koq engga mau Bang?” kata asisten kaget.

“Apa kata tetangga dan sodara2 saya nanti neng, saat saya pulang berhaji. Koq ke haji bisa tapi masih ngebecak?”

“Memang berangkat haji adalah cita2 saya. Tapi nanti setelah saya mendapatkan pekerjaan selain narik becak neng.”

Akhirnya asisten berdiskusi dgn si Ibu. Sambil menunggu mereka diskusi. Udin pun tidak henti2nya bertanya pada Allah.
“Ya Allah pertanda apakah ini?” kata Udin.

Tidak lama si Ibu menghampiri Udin dan bertanya “Bang, kan abang bisa bawa mobil, bagaimana kalau menjadi supir di perusahaan saya di Jakarta?”

“Waduh … Jakarta ya, Bu? Ntar, keluarga saya gimana disini. Anak-anak masih butuh bimbingan saya. Apalagi semuanya perempuan. Kayaknya engga deh Bu. Biar saya pulang aja deh. Insya Allah kalau Allah ridho lain kali pasti saya diundang untuk berhaji.”

Akhirnya si Ibu membujuk Udin untuk mendaftar haji dulu. Brangkatnya mau kapan terserah, yang penting dia menjalankan amanat suaminya. Kemudian si Ibu menelpon suaminya, menjelaskan kondisi yang ada mengenai Udin. Setelah selesai mendaftar haji di Bank, kemudian mereka pergi menuju sebuah dealer mobil.

“Kok masuk ke dealer mobil, Bu? Ibu mau beli mobil lagi? Mobil ini kurang gimana bagusnya?” kata Udin bingung. Sambil tersenyum si Ibu meminta Udin menunggu di mobil. Dia pun turun bersama asistennya. Selang setengah jam, si Ibu kembali ke mobil sambil membawa kwitansi pembayaran tanda jadi mobil.

“Nih bang, barusan saya sudah membayar tanda jadi pembelian mobil angkutan umum, pelunasannya nanti kalau trayek sudah diurus.”

“Mobil angkutan umum ini buat bang Udin, hadiah dari suami saya.” Kata si Ibu.

“Jadi sambil menunggu keberangkatan abang ke haji tahun depan, abang bisa menabung dengan usaha dari mobil angkutan milik sendiri.”

Sambil meneteskan air mata tidak henti-hentinya Udin mengucap syukur kepada Allah.

“Ini bukan dari saya dan suami saya, ini dari Allah melalui perantaraan saya,” kata si Ibu.

“Hadiah karena abang selalu menjaga sholat diawal waktu. Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan suami.”

“Mudah-mudahan kita semua bisa istiqomah menjaga sholat awal waktu, ya, bang,” kata si Ibu.

Akhirnya mereka pun kembali ke hotel, namun sebelumnya mampir di masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Setelah sholat dzuhur kemudian makan siang, mereka pun berpisah. Udin pulang ke rumah dengan becaknya. Si Ibu langsung ke Jakarta.

Setelah itu kehidupan Udin semakin membaik. Dia sudah memiliki rumah sendiri, walapun nyicil. Yang tadinya dia seorang supir angkot dan abang becak, sekarang dia jadi pemilik angkot dan sudah berhaji.

Subhanallah, Alhamdulillah
Sampai saat ini Udin masih terus menjaga sholat awal waktu, malah semakin yakin dengan janji Allah. Cerita ini merupakan KISAH NYATA.

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadikan kita semakin yakin dengan janji Allah.

Sahabat, .. poin dari cerita ini adalah ketika Allah berkehendak, semuanya akan menjadi nyata. Mari kita jaga sholat diawal waktu, untuk mendapatkana keberkahan dari-Nya. Yakinlah Allah selalu menjaga hamba-hamba Nya yang bertaqwa.

Semoga bermanfaat dan Barokah.
 
الحمد لله جزا كم الله خير،.
واسلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته.

Saturday, March 11, 2017

UCAPAN ADALAH DO’A


Ucapan, walau hanya selintas saja, adalah merupakan do’a. Pikiran, walaupun hanya selintas saja, juga merupakan do’a. Bahkan membatin pada diri sendiri (self talk), juga merupakan do’a. Walau semua tsb di atas hanyalah selintas saja, tanpa dg keyakinan hati. Apalagi dg keyakinan hati, dan apalagi kalau seringkali diucapkan.

Merasa akrab dengan kalimat-kalimat ini?
> “Gaji hanya numpang lewat”
> “Saya baru mau menikah, kalau saya sudah sukses, sekarang mau fokus berkarir dulu”
> “Minum air putih saja, sudah jadi lemak”
> “Namanya juga hidup, ya pastilah banyak cobaan”
> “Hidup saya dari dulu, ya selalu gini-gini aja”
> “Entah kenapa ya, apa yg salah, setiap saya buka usaha selalu gagal”
> “Enggak tahu kenapa ya, selalu nyaris berhasil”
> “Entah kenapa ya, anak saya kalau terkena hujan, selalu jatuh sakit”
> “Hati-hati, Masakan Padang, berkolesterol tinggi”

Mulailah, dan biasakanlah, dg kalimat-kalimat ini:
> “Namanya juga hidup, pastilah banyak kemudahan”
> “Namanya juga hidup, pastilah banyak keberuntungan”
> “Saya adalah pribadi yg sangat menyenangkan”
> “Saya bersyukur sekali, jalan hidup saya selalu mudah & lancar, dan hal ini membuat saya tambah bersyukur lagi”
> “Saya bersyukur karena setiap yg saya inginkan selalu saya dapatkan”
> “Entah mengapa ya, dari dulu, saya makan sebanyak apapun, selalu sehat & langsing”
> “Saya bersyukur, keluarga saya semuanya selalu sehat”

Secara teoritis, harusnya orang Minang paling khawatir dg kesehatan mereka & seharusnya secara statistik masyarakat minang jauh paling banyak terkena stroke & serangan jantung, tapi kenyataannya biasa saja, sama saja dg masyarakat lainnya.

Maaf contoh ini agak kurang nyaman, orang gila, mengais sesuap makanan dari tempat sampah, mereka secara fisik terlihat sehat-sehat saja.

Semua itu karena pola pikir, karena self talk, dan semua adalah do’a. Sekarang, mulailah pilah & pilih, bagaimana saya, dan masa depan seperti apa yg saya inginkan.

TERNYATA FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT 50 PERSENNYA BERASAL DARI FAKTOR SPIRITUAL

Tahukah anda?

1. Jika maag bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena stress.

2. Jika hypertensi bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage emosi.

3. Jika kolesterol bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa malas berlebih yang lebih dominan menimbun lemak.

4. Jika asthma bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa sedih yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. Jika diabetes bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap egois dan keras kepala yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Jika penyakit liver bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat suudzon kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. Jika jantung koroner bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi jarang sedekah membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Dan masih banyak lagi

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah:

- Spiritual 50%
- Psikis 25%
- Sosial 15%
- Fisik  10%

Yuk... perbaiki diri ke arah yang lebih positif + + + ☺

Salam sehat dan sukses penuh berkah...semoga bermanfaat...

Friday, March 3, 2017

Ruqyah Mandiri Muhasabah

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم  

Tekni ruqyah dengan introspeksi diri, di awali dengan taubat.
Caranya : fokus niat berdoa dan memohon kesembuhan kepada Alloh, dibaca diulang-ulang.

“Bismillâhirrahmânirrahîm, saya sangat bersyukur kepada Allah Ta’ala, saya mendapatkan jalan keluar dari semua permasalahan hidup dan mendapatkan kesembuhan dari segala macam penyakit secara fisik, psikis juga bersih dari gangguan makhluk halus dan serangan sihir secara sempurna. Aamiin Ya Robbal ‘Alamin”

Doa Tazkiyyah:
“Ya Allah yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa hamba-Mu ini, baik yang hamba sengaja atau yang tidak disengaja, baik yang hamba ketahui atau yang tidak diketahui.
Ya Allah yang Maha Pembimbing, bimbing hamba-Mu ini agar istiqomah menjadi hamba-Mu yang baik.
Ya Allah yang Maha Penyembuh, jika ditubuh hamba ada penyakit fisik dan penyakit hati sembuhkanlah ya Allah.
Ya Allah yang Maha Bijaksana, jika ada ilmu yang tidak bermanfaat atau ada kami dikalangan setan yang menjadi penghalang ketaatan hamba kepada-Mu, hamba mohon keluarkan semuanya dan jangan pernah Engkau izinkan mereka kembali masuk.
Ya Allah yang Maha Kuasa, jika ada leluhur atau orang tua hamba yang pernah melakukan perjanjian kerja sama dengan bangsa jin, mulai detik ini dengan nama-Mu ya Allah hamba mewakili seluruh keluarga mengikrarkan bahwa perjanjian itu dibatalkan. Aamiin Ya Robbul ‘Alamin.”

mari kita ucapkan ikrar pemutus ini dari Jin nasab maupun gangguan lainnya

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Surah Al-An'am (6:162)
Ayat tersebut dibaca berulang-ulang dan tetap fokus.

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).
Surah Al-An'am (6:163)

bismillah....yaa Alloh seandainya penyakit ini dari kesalahan diri saya sendiri maka yaa robb ampuni dosa saya...
yaa Alloh angkat semua penyakit saya..
yaa robb seandainya penyakit ini karna ada dimensi lain dalam tubuh saya maka yaaa robb keluarkan lewat mulut saya,..
                      
bismillah....Yaa Alloh berikan kepada hamba jiwa yang bertaqwa,dan bersihkan lah ia, karna engkau lah dzat yang maha sebaik-baiknya membersihkan jiwa, engkaulah yaa robb sebagai pelindung kami                      
bismillah kamu yang selama ini menjaga saya karna ada muamalah dari leluhur saya maka pada hari ini silahkan kamu keluar dari tubuh ini cukuplah Alloh sebagai pelindungku dan penolongku..bismillh keluar lewat mulut,,,batukkan,,.batukkan
                    
bismillah kamu yang membuat  saya sakit silahkan keluar lewat mulut bismillah...batukkan..batukkan..  
                  
bismillah kamu yang selama ini bersemayam dalam tubuh saya karna di suruh oleh dukun atau orang hasad., bismillah silahkan kalian keluar dari tubuh ini...batukkan        
             
bismillah yaa Alloh yaa Robb seandainya ada ain yang terlepar dari siapapun baik jin maupun manusia maka yaaa robb hapuskan ain ainnya..hilangkan ain2nya..lepaskan ain2nya...bismillah batukkan..batukkan          
          
tetap focus,,,dan kuasai dirinya dengan istighfarr                      
setelah itu baca hamdalah                      

lakukan tiap hari dengan keyakinan


Monday, February 20, 2017

Dimensi Ruqyah Syar'iyyah (Terapi Quran)



Ingat, RUQYAH SYAR'IYYAH (TERAPI QURAN) adalah salah satu dari sekian banyak yang diajarkan oleh baginda Nabi shallaLLaahu 'alaihi wa sallam. Dan semua yang di dalam Islam setiap tata nilai (ajaran)nya saling terhubung satu dengan yang lainnya.

Ruqyah tidak hanya terkait dengan Tauhid secara aqidah (keyakinan) tetapi juga secara ibadah, fikrah (pemikiran), manhajul hayah (sistem hidup: poleksosbudhankam) dan suluk/akhlak. 

Ruqyah juga berkenaan dengan dakwah ditengah masyarakat yang terkadang kemusyrikan sudah menjadi budaya. Makanya diperlukan cara hikmah/bijak dalam menyampaikannya.

Ruqyah juga berkenaan dengan pertempuran al hak dan al batil, dari dunia ghoib juga dunia nyata, dari tingkat tradisional juga internasional, dari zaman lalu hingga zaman modern, dari gangguan raga hingga gangguan kejiwaan manusia.

Dan akhir dari ruqyah / atau terapi Qur’an tidak hanya pada penyembuhan namun juga perubahan akhlaq Islamiyah yaitu perilaku yang terlahir dilandasi nilai-nilai Tauhid dalam seluruh aspek di atas tadi. Dan itulah misi diutusnya RasuuluLLaah Muhammad shallaLLaahu 'alaihi wa sallam.

PENGENALAN TERAPI QUR’AN (PENGOBATAN/PENYEMBUHAN QUR'ANI)



Apakah Penyembuhan Qur’ani (Terapi Qur’an) itu?
  
Penyembuhan atau Pengobatan Qur`ani hakikatnya adalah sebentuk  do`a. Ia berupa kumpulan ayat-ayat Al Qur`an ataupun do`a do`a  serta selawat  yang diajarkan  syariat yang diharapkan menjadi upaya kesembuhan dari berbagai gangguan dan penyakit. Dalam berbagai hadits disebutkan bawa :

“ Do`a adalah senjata bagi orang beriman, sebagai tiang agama, serta cahaya bagi langit dan bumi “[1]
“ Do`a bermanfaat bagi apa yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Oleh sebab itu, hendaklah kalian selalu berdoa  “  [2]

Rajin berdo`a adalah obat yang paling mujarab.
“ Janganlah kalian lemah dalam berdoa, sebab seseorang tidak akan binasa bersama do`a “ [3]                     
“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya“ [4]                                    
“ Setiap penyakit ada obatnya, maka bila obat yang dikonsumsi cocok, niscaya ia akan sembuh dengan izin Allah “ [5]
“Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya, diketahui (dimengerti) oleh orang yang mengetahuinya, dan yang tidak dimengerti oleh sebagian orang” [6]
Dan juga firman Allah :
“Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman "( Al isra :82)

Mengapa Banyak Orang Yang Tidak Yakin dengan Metode Terapi Al-Quran?

Banyaknya orang yang tidak yakin dengan pengobatan Al Qur’an (Quranic Healing) adalah karena belum adanya landasan dan fakta ilmiyah tentang hal ilmu pengobatan dengan Al Qur’an. Misalnya, mungkin muncul pertanyaan : Ketika pasien mendengarkan Al Qur’an, apa yang terjadi dalam tubuh pasien tersebut secara detail yang bisa menghantarkannya pada kesembuhan? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic healing Technique)?

Quranic Healing Technique (Tehnik Penyembuhan Qur’ani) adalah Ilmu dan Seni Penyembuhan, Pembentengan dan Perlawanan dari  Penyakit Fisik, Psikis, Gangguan Jin, Serangan Sihir dan Segala Mara Bahaya dengan Mendayagunakan Kekuatan Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah (energi Ruqyah) yang Dikembangkan dari Tekhnik yang Sudah Dicontohkan Rasulullah Sholallahu 'alaihi Wassalam.


Bentuk Pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic Healing Technique) adalah membacakan ayat-ayat Al Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur (diajarkan oleh Rasulullah saw) kepada diri sendiri atau orang lain/ pasien dengan Metode Sentuhan (Healing Touch), Metode Usapan / Sapuan, Metode Tepukan/Ketukan (Tapping), Metode Pijatan, Metode Hembusan Nafas/ Tiupan . Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan (Insya Allah). Jadi, hal yang mempengaruhi diri sendiri maupun pasien adalah membaca Al Qur’an. Pembacaan Al Qur’an terdiri dari tiga hal, pertama suara bacaan Al Qur’an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membacanya atau secara tidak langsung yaitu menggunakan rekaman suara yang didengarkan melalui peralatan modern (Audio Visual).  

Pengobatan Qur`ani menjembatani jarak antara TEOLOGI-SAINS-METAFISIKA

Konsep-konsep keagamaan & filsafat hanyalah barometer yang membimbing kita, tidak peduli dimanapun kita dilahirkan TUHAN telah menyediakan kita dengan barometer-barometer tersebut. Semua agama mengatakan hal yang sama bahwa TERDAPAT SESUATU “DI LUAR ” PENGETAHUAN MANUSIA.

Sains – telah membuktikan bahwa Ketakutan, kecemasan, Kekuatiran dan Depresi adalah penyebab munculnya penyakit. Kesalahan serius dalam pikiran bisa menyeret kepada penyakit.

Ayat-ayat Alqur`an yang digunakan dalam pengobatan adalah unsur unsur Metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana bahkan meningkatkan kesadaran spritual. Ayat-ayat penyembuh Alquran memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia, yang hanya diciptakan oleh Allah swt, bukan dibuat di laboratorium. Dalam proses penyembuhan Ayat-ayat tersebut akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, kesedihan dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan pengobatan qur’ani (Quranic Healing) maka masih banyak orang yang membayangkan pengobatan secara supranatural dengan kekuatan hipnotis dengan efek placebo yang sudah keluar dari kaedah agama ( musyrik ). Kesembuhan dapat terjadi melalui banyak cara- Sebagian baru saja kita pahami (sudah teruji dan diteliti secara ilmiah) – Lainnya baru akan kita pahami dan Sisanya tetap belum terungkap.

Kesembuhan yang belum terungkap adalah rahmat Allah swt. yang misterius, tidak bisa dipecahkan dengan “bagaimana” atau “mengapa” tapi untuk direngkuh dan disyukuri kewujudannya.  

Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani?
1. Membantu memberikan jalan keluar yang Islami kepada orang-orang yang sedang mengalami permasalahan hidup, baik berupa penyakit Alamiah maupun penyakit akibat Sihir agar terhindar dan terlepas dari tipu daya syaitan ( Talbis syaiton ) berupa khurafat dan bid`ah dhalalah.
2. Mengajak orang-orang yang belum mengetahui jalan syariat diantara saudara-saudara kita agar menyelesaikan masalahnya secara cerdas dengan kembali kepada Al-Qur`an yang dapat melindungi seseorang dari hal-hal negatif yang mengancam.
3. Menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru berupa Fitnah yang menimpa hati berupa Fitnah syahwat dan subhat, Fitnah kesalahan dan kesesatan, Fitnah maksiat dan Bid`ah, Fitnah kezoliman dan kebodohan yang mengakibatkan rusaknya Ilmu, pandangan, pengetahuan dan Keyakinan kepada Allah swt.