This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, February 20, 2017

Dimensi Ruqyah Syar'iyyah (Terapi Quran)



Ingat, RUQYAH SYAR'IYYAH (TERAPI QURAN) adalah salah satu dari sekian banyak yang diajarkan oleh baginda Nabi shallaLLaahu 'alaihi wa sallam. Dan semua yang di dalam Islam setiap tata nilai (ajaran)nya saling terhubung satu dengan yang lainnya.

Ruqyah tidak hanya terkait dengan Tauhid secara aqidah (keyakinan) tetapi juga secara ibadah, fikrah (pemikiran), manhajul hayah (sistem hidup: poleksosbudhankam) dan suluk/akhlak. 

Ruqyah juga berkenaan dengan dakwah ditengah masyarakat yang terkadang kemusyrikan sudah menjadi budaya. Makanya diperlukan cara hikmah/bijak dalam menyampaikannya.

Ruqyah juga berkenaan dengan pertempuran al hak dan al batil, dari dunia ghoib juga dunia nyata, dari tingkat tradisional juga internasional, dari zaman lalu hingga zaman modern, dari gangguan raga hingga gangguan kejiwaan manusia.

Dan akhir dari ruqyah / atau terapi Qur’an tidak hanya pada penyembuhan namun juga perubahan akhlaq Islamiyah yaitu perilaku yang terlahir dilandasi nilai-nilai Tauhid dalam seluruh aspek di atas tadi. Dan itulah misi diutusnya RasuuluLLaah Muhammad shallaLLaahu 'alaihi wa sallam.

PENGENALAN TERAPI QUR’AN (PENGOBATAN/PENYEMBUHAN QUR'ANI)



Apakah Penyembuhan Qur’ani (Terapi Qur’an) itu?
  
Penyembuhan atau Pengobatan Qur`ani hakikatnya adalah sebentuk  do`a. Ia berupa kumpulan ayat-ayat Al Qur`an ataupun do`a do`a  serta selawat  yang diajarkan  syariat yang diharapkan menjadi upaya kesembuhan dari berbagai gangguan dan penyakit. Dalam berbagai hadits disebutkan bawa :

“ Do`a adalah senjata bagi orang beriman, sebagai tiang agama, serta cahaya bagi langit dan bumi “[1]
“ Do`a bermanfaat bagi apa yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Oleh sebab itu, hendaklah kalian selalu berdoa  “  [2]

Rajin berdo`a adalah obat yang paling mujarab.
“ Janganlah kalian lemah dalam berdoa, sebab seseorang tidak akan binasa bersama do`a “ [3]                     
“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya“ [4]                                    
“ Setiap penyakit ada obatnya, maka bila obat yang dikonsumsi cocok, niscaya ia akan sembuh dengan izin Allah “ [5]
“Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya, diketahui (dimengerti) oleh orang yang mengetahuinya, dan yang tidak dimengerti oleh sebagian orang” [6]
Dan juga firman Allah :
“Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman "( Al isra :82)

Mengapa Banyak Orang Yang Tidak Yakin dengan Metode Terapi Al-Quran?

Banyaknya orang yang tidak yakin dengan pengobatan Al Qur’an (Quranic Healing) adalah karena belum adanya landasan dan fakta ilmiyah tentang hal ilmu pengobatan dengan Al Qur’an. Misalnya, mungkin muncul pertanyaan : Ketika pasien mendengarkan Al Qur’an, apa yang terjadi dalam tubuh pasien tersebut secara detail yang bisa menghantarkannya pada kesembuhan? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic healing Technique)?

Quranic Healing Technique (Tehnik Penyembuhan Qur’ani) adalah Ilmu dan Seni Penyembuhan, Pembentengan dan Perlawanan dari  Penyakit Fisik, Psikis, Gangguan Jin, Serangan Sihir dan Segala Mara Bahaya dengan Mendayagunakan Kekuatan Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah (energi Ruqyah) yang Dikembangkan dari Tekhnik yang Sudah Dicontohkan Rasulullah Sholallahu 'alaihi Wassalam.


Bentuk Pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic Healing Technique) adalah membacakan ayat-ayat Al Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur (diajarkan oleh Rasulullah saw) kepada diri sendiri atau orang lain/ pasien dengan Metode Sentuhan (Healing Touch), Metode Usapan / Sapuan, Metode Tepukan/Ketukan (Tapping), Metode Pijatan, Metode Hembusan Nafas/ Tiupan . Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan (Insya Allah). Jadi, hal yang mempengaruhi diri sendiri maupun pasien adalah membaca Al Qur’an. Pembacaan Al Qur’an terdiri dari tiga hal, pertama suara bacaan Al Qur’an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membacanya atau secara tidak langsung yaitu menggunakan rekaman suara yang didengarkan melalui peralatan modern (Audio Visual).  

Pengobatan Qur`ani menjembatani jarak antara TEOLOGI-SAINS-METAFISIKA

Konsep-konsep keagamaan & filsafat hanyalah barometer yang membimbing kita, tidak peduli dimanapun kita dilahirkan TUHAN telah menyediakan kita dengan barometer-barometer tersebut. Semua agama mengatakan hal yang sama bahwa TERDAPAT SESUATU “DI LUAR ” PENGETAHUAN MANUSIA.

Sains – telah membuktikan bahwa Ketakutan, kecemasan, Kekuatiran dan Depresi adalah penyebab munculnya penyakit. Kesalahan serius dalam pikiran bisa menyeret kepada penyakit.

Ayat-ayat Alqur`an yang digunakan dalam pengobatan adalah unsur unsur Metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana bahkan meningkatkan kesadaran spritual. Ayat-ayat penyembuh Alquran memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia, yang hanya diciptakan oleh Allah swt, bukan dibuat di laboratorium. Dalam proses penyembuhan Ayat-ayat tersebut akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, kesedihan dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan pengobatan qur’ani (Quranic Healing) maka masih banyak orang yang membayangkan pengobatan secara supranatural dengan kekuatan hipnotis dengan efek placebo yang sudah keluar dari kaedah agama ( musyrik ). Kesembuhan dapat terjadi melalui banyak cara- Sebagian baru saja kita pahami (sudah teruji dan diteliti secara ilmiah) – Lainnya baru akan kita pahami dan Sisanya tetap belum terungkap.

Kesembuhan yang belum terungkap adalah rahmat Allah swt. yang misterius, tidak bisa dipecahkan dengan “bagaimana” atau “mengapa” tapi untuk direngkuh dan disyukuri kewujudannya.  

Apa tujuan dan manfaat Pengobatan Qur`ani?
1. Membantu memberikan jalan keluar yang Islami kepada orang-orang yang sedang mengalami permasalahan hidup, baik berupa penyakit Alamiah maupun penyakit akibat Sihir agar terhindar dan terlepas dari tipu daya syaitan ( Talbis syaiton ) berupa khurafat dan bid`ah dhalalah.
2. Mengajak orang-orang yang belum mengetahui jalan syariat diantara saudara-saudara kita agar menyelesaikan masalahnya secara cerdas dengan kembali kepada Al-Qur`an yang dapat melindungi seseorang dari hal-hal negatif yang mengancam.
3. Menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru berupa Fitnah yang menimpa hati berupa Fitnah syahwat dan subhat, Fitnah kesalahan dan kesesatan, Fitnah maksiat dan Bid`ah, Fitnah kezoliman dan kebodohan yang mengakibatkan rusaknya Ilmu, pandangan, pengetahuan dan Keyakinan kepada Allah swt.                        

Bagaimana Bertaubat Dari Dosa Mengambil Hak Orang Lain Sementara Yang Bersangkutan Sudah Meninggal,.?!

                        

Oleh : Abu Ruqoyyah Setyo Susilo

PERTANYAAN

P ustad sy tanya lagi, dulu waktu kecil sy pernah hutang kpd teman atau jajan tidak bayar, dan sekaramg tidak tahu keberadaannya atau sdh lupa bagaimana sy membayarnya sekarang krn sy takut ini sbg hutang dan besaran rupiahnya juga sdh lupa, dan bagaimana juga seandainya dulu kita pinjam barang tp lupa ngembalikan? Jazakumullah

JAWAB

Syaikh Shalih Utsamin mengatakan ;

أما إذا كان الذنب بينك وبين الخلق، فإن كان مالاً فلابد أن تؤديه إلى صاحبه، ولا تقبل التوبة إلا بأدائه مثل أن تكون قد سرقت مالاً من شخص وتبت من هذا، فلابد أن توصل المسروق إلى المسروق منه.

        أو جحدت حقاً لشخص؛ كأن يكون في ذمتك دين لإنسان وأنكرته، ثم تبت ، فلابد أن تذهب إلى صاحب الدين الذي أنكرته، وتقرَّ عنده وتعترف حتى يأخذ حقه. فإن كان قد مات، فإنك تعطيه ورثته، فإن لم تعرفهم، أو غاب عنك هذا الرجل ولم تعرف له مكاناً، فتصدق به عنه تخلصاً منه، والله- سبحانه وتعالى- يعلمه ويعطيه إياه.

“Adapun apabila dosa itu antara engkau dan sesama manusia yang lain, jika itu berkaitan dengan harta maka WAJIB engkau tunaikan kepada pemiliknya, dan TIDAK DI TERIMA TAUBAT melainkan dengan di tunaikannya hak orang lain yang telah engkau ambil, semisal engkau mencuri harta orang lain dan engkau ingin bertaubat maka wajib engkau mengembalikan harta yang telah engkau curi kepada pemiliknya.

Atau contoh yang lain, emgkau mengingkari hak orang lain, semisal engkau sebenarnya memiliki tanggungan hutang kepada orang lain namun engkau mengingkarinya, kemudian engkau bertaubat, maka engkau harus pergi kepada orang yang telah memberimu pinjaman hutang tadi yang telah engkau ingkari, dan engkau mengakui kesalahan yang telah engkau ingkari, hingga ia kemudian mengambil kembali haknya. JIKA DIA TELAH MENINGGAL DUNIA MAKA ENGKAU BERIKAN KEPADA AHLI WARISNYA, jika engkau tidak mengenal mereka, atau tidak mengetahui keberadaan mereka saat ini maka ENGKAU SEDEKAHKAN DENGAN NIATAN UNTUK ORANG YANG TELAH ENGKAU AMBIL HAKNYA TADI. Sesungguhny Alloh Maha Mengetahui hal tersebut, dan akan memberikan ganjaranya pada orang tersebut.” (Syarhu Riyadhis Shalihin Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin jilid 1 halaman 89)

Dari uraian Syaikh Utsaimin di atas kita tahu bahwa cara bertaubat dari dosa semacam itu (hutang pada teman atau jajan tidak bayar), maka selama kita masih bisa menemuinya kita temui dan kita berikan haknya yang telah kita ambil, jika ia telah meninggal maka kita berikan kepada ahli warisnya, dan jika ahli warisnya kita tidak mengenalnya dan tidak tahu keberadaanya maka KITA SEDEKAHKAN ATAS NAMA ORANG TERSEBUT. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui.

Bagaimana jika kita dulu pernah meminjam barang tapi lupa mengembalikan,..?

Jika memang saat ini kita ingat maka segera di kembalikan jika mampu, dan jika memang kita sama sekali tidak ingat maka berlaku sabda nabi :

 إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان ، وما استكرهوا عليه . حديث حسن رواه ابن ماجه والبيهقي وغيرهما

“Sesungguhnya Alloh memaafkan kesalahan yang tanpa di sengaja, lupa, atau juga karena keadaan di paksa” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi, hadits hasan)

Wallohu alam

DO'A MENYAMBUT PAGI


بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA 'ILMAN NAAFI'AN, WA RIZQON THOYYIBAN, WA 'AMALAN MUTAQOBBALAN.     
“Yaa Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima 
                                                                 Yaa  اَللّهُ ..

Berikanlah kami kejernihan berfikir sehingga dapat dengan bijak dan sabar menyikapi segala ujian hari ini.

Ya Rabbana...
Jadikanlah apa yang kami lakukan hari ini sebagai amalan untuk bekal kami menghadap Mu

Ya Rabbana...
Hilangkan kelelahan kejenuhan dalam diri kami sehingga kami bisa memberi yang terindah bagi keluarga, sahabat dan pekerjaan.

آمين... آمين... آمين...  يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

Konsep Sehat Dan Kesehatan Menurut Perspektif Islam


Definisi Konsep Sehat dan Kesehatan Menurut Perspektif Islam
Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang hampir sama, tetapi berbeda. 

Konsep Sehat
Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Sementara WHO tahun 1974, menyebutkan konsep sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Konsep sehat menurut Islam adalah keadaan di mana seseorang dapat beribadah dengan benar sehingga dapat melaksanakan fungsi kekhalifahan dengan baik.
Dengan konsep sehat seperti ini maka konsep sehat secara konvensional akan tercakup seluruhnya, sebab seseorang yang ibadahnya benar dan dapat menjalankan fungsi kekhalifahannya dengan baik dipastikan orang tersebut memiliki jasmani, rohani dan sosial yang normal juga produktif dan tidak akan melakukan kejahatan atau hal yang merugikan orang lain, hanya bedanya dalam Islam, semuanya dilandasi dengan akidah Islamiah yang lurus.


Kesehatan Islam
Menurut  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan sosial” yang dimiliki  manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan- Nya, dan memelihara serta mengembangkannya.

Pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep sehat dan afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tidak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing- masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah swt untuk hamba- Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. Perlindungan Allah swt itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara sempurna kecuali bagi orang- orang yang mematuhi petunjuk- Nya. Dengan demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Untuk memahami sehat secara Islami, ada beberapa bagian potensi manusia yang harus dipahami, yaitu:

1.    Al- jasadu (jasmani), yaitu fisik manusia yang tersusun dari jaringan- jaringan tubuh seperti tangan, kaki, kepala dan lain sebagainya. Jasad ini laksana prangkat keras / hardwere dalam tubuh manusia.

2.    Ar Ruh (Ruhani) yaitu bagian masusia yang tdk terlihat/ghoib namun bisa dirasakan keberadaannya.
Bagian dari Ruhani manusia ada 3 bagian :
Ruh inti/nyawa : Bagaikan aliran listrik yang keberadaannya (on/off kehidupan) menentukan kehidupan dan menyatu di setiap bagian tubuh manusia, dan sakit saat dicabut saat sakratul maut. Keberadaannya menghidupkan bagian yang lain
An- nafs yaitu jiwa manusia biasa disebut sukma merupakan tubuh immateri manusia, dia bisa keluar tubuh dan masuk lagi dengan mudah seperti orang tidur, dalam computer seperti softwere dlm tubuh manusia. Pada nafs ini ada bagian yang berkenaan dengan panca indra, suka rasa, cinta kasih, rasa sayang  dll.
Qolb yaitu hati nurani yang menentukan, memutuskan apa yang dilakukan manusia. Jika dalam jasad organ yang menentukan kehidupan adalah jantung maka dalam nafs/jiwa manusia yang menentukan adalah hati nurani. Walau dalam hadis nabi Qolb ini mengacu pada jantung namun hati nurani sesungguhnya tetap bersifat immateri/tdk terlihat. 
3.    Al- aql (fikiran), yaitu alat untuk berfikir atau memahami sesuatu dengan kemampuan mempertimbangkan hal baik dan buruk. Karna pada akal ini ilmu pengetahuan terasah, tersimpan, terkoneksikan dengan ilmu lain.

TAWAZUN KESEHATAN

Agar manusia Tawazun seimbang dalam kesehatannya maka tiga bagian tubuh manusia diatas juga harus sehat dan terjaga dari virus/polutan yang berbahaya : yaitu jasad, Ruh/Nafs, dan aql
1. SEHAT JASMANI
Untuk sehat jasmani pesan Allah dlm AL Qur’an  QS. 2.168
Surah Al-Baqara, Verse 168:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Makanan yang halal dan baik (gizi dan kebersihannya), namun dipesan oleh Allah hati-hati langkah syetan dalam masalah makan minum khususnya. Dan masalah mubah lainnya yang disitu bertujuan untuk menyehatkan jasadiyah. Agar tidak terjerumus langkah syetan maka Rasulallah memberikn suri tauladan dalam makan minum dan lainnya. Jika tuntunan nabi ini tdk diindahkan makan menjadi jalan masuknya syetan apa saja tuntunan nabi tsb :
a. Berdo’a sebelum makan minimal baca basmalah
b. Pakai tangan kanan
c. Dengan posisi duduk
d. Tidak berlebihan
e. Tidak mencela makanan
f. Tdk bernafas dalam wadah saat minum
g. Baca hamdalah, dll
Bentuk Polutan Jasad : Bakteri, virus, hewan berbahaya /hama (tikus, ular)  dll

2. SEHAT RUHIYAH
Dzikir salah satu menu makann Qolbun / hati
Surah Ar-Rad, : 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Selain dzikir ruh/nafs/jiwa manusia agar sehat perlu perlu dihiasi dengan sifat atau ahlakul karimah. jujur, sabar, istiqomah, bersyukur, bersih, tenang, kasih sayang, dan cinta. 

Polutan Ruhiyah : maksiat, sifat2 buruk : berbohong, benci, dendam, sombong, malas dll
3. SEHAT AKAL (Aql)
Sehat akal ini jarang dibahas padahal ini bagian yang harus dijaga agar senantiasa sehat terhindar dari polutan yang berbahaya. Sehat akal tidak hanya manusia pintar/pandai namun keandaian itu menuju keagungan Allah. Ilmu yang baik dan dalam tuntunan dari Al Qur’an insyaAllah akan menyehatkan akal.
Banyak sekali ayat AL Qur’an yang mengajak manusia untuk mengggunakan akalnya, berfikir, mengkaji alam, mengkaji ayat Allah dsb sehingga manusia menemukan kebesaran Allah dengan akalnya, semakin dekat padaNya, sehingga menjadi hamba Allah yang bertaqwa.
Surah Aal-e-Imran,  190:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(Indonesian)

Polutan2 aql : pemikiran2 yang menyimpang akan membawa kepada isme-isme baru yang tidak sejalan dgn tuntunan Allah dalam Al Qur’an dan sunnah sehingga muncul aliran-aliran pemikiran spt : matrelisme, liberalisme, komunisme, ateisme.  Islam ingkar sunnah, islam liberal dll

Macam Polutan dalam manusia

                        
Arti polutan dalam hal ini adalah semua hal yang bisa membahayakan diri manusia baik polutan jasad, nafs/jiwa atau aql. Ada 3 asal polutan yang bisa mengganggu manusia.
1. Sebab nasab / turunan yaitu polutan dari orang tua / nenek mbah yang menurun kepada anak-anaknya atau cucunya.
2. Sebab kasab yaitu sebab usaha orang tersebut semasa hidupnya pernah melakukan kesalah sehingga terjangkit polutan.
3. Sebab pihak ketiga yaitu sebab orang dengki sehingga menyebarkan polutan bagi orang yang dibencinya atau sebab lingkungan yang tidak baik.

SYETAN MENGINCAR KESEHATAN MANUSIA
Melalui ketiga potensi manusia tsb syetan ingin menjerumuskan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. 
Secara langsung : manusia mengalami sakit secara medis tidak terdeteksi sakitnya apa, setelah diterapi ruqyah ternyata sembuh ada gangguan.
Secara tidak langsung : manusia mengalami sakit demam  setelah di kaji dilapangan ternyata masyarakatnya kurang menjaga kebersihan, hidup dengan kotor, jarang berdo’a, tidak cuci tangan sebelum makan . Berprilaku buruk ini juga bagian bisikan syetan.

Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” [Al-Baqoroh: 208]
Seluruhnya masukan dalam Islam diri kalian, segi jasad : makan minumnya, pola tidurnya, cara ibadahnya, segi ruhiyahnya : baik, jujur, amanah, sayang keluarga, dsb, dari segi fikroh/pemikirannya juga sejalan dengan pemikiran islam jauh dari paham/aliran yang menyesatkan. Seluruhnya masukan dalam Islam jika tidak maka hati-hati terhadap tipu daya syetan yang menipu selangkah demi selangkah sehingga tidak terasa akan terjerumus dalam bujuk rayuannya. Wallohu’alam